Welcome to Blog TCP

Saturday, October 17, 2015

10 FAKTA UNIK PIKIRAN BAWAH SADAR MANUSIA



“Logika (Conscious) akan membawa kita dari A ke B
tapi Imajinasi (Sub-Conscious) Akan membawa kita kemanapun”
-Albert Einstein-



Hallo sahabat TCP, artikel kali ini akan membahas mengenai Fakta Unik Pikiran Bawah Sadar (Sub-Conscious) yang dambil dari berbagai sumber.

Secara Fundamental, dalam teori Mind Technology pikiran manusia di bagi menjadi tiga bagian yang terdiri dari Pikiran Bawah Sadar (Conscious), Pikiran Bawah sadar (Sub-Conscious Mind), dan Pikiran Tidak Sadar (tidur). Jika di analogikan, letak pikiran sadar berada di otak kiri dan pikiran bawah sadar berada di otak kanan. Yang perlu diperhatikan bahwa kita mesti memisahkan fungsi, definisi, dan fakta OTAK dengan PIKIRAN. Jadi artikel ini hanya akan membahas mengenai Fakta Pikiran.

Berikut Fakta Unik Pikiran Bawah Sadar:
1.   Menyimpan memori lebih lama dibandingkan dengan Pikiran Sadar
Tahukah Anda jika semua informasi yang berhasil masuk ke dalam pikiran bawah sadar tidak akan hilang sampai kapanpun. Itulah alasannya jika saat kita belajar yang yang dibutuhkan adalah Pikiran Bawah Sadar sehingga semua materi yang tersimpan akan lebih mudah diingat sampai kapanpun dibandingkan informasi yang hanya sampai di Pikiran Sadar. 

Lalu apa yang dapat menyebabkan sebuah informasi dapat tersimpan di dalam Pikiran Bawah Sadar? Yang paling utama, informasi tersebut harus ‘berkesan’, mempengaruhi panca indera, dan  dan memiliki muatan emosional. Bukankah Anda lebih mudah mengingat Guru Tergalak dibandingkan Guru yang biasbiasa saja dalam mengajar? Bukankah Anda lebih mudah mengingat semua kenangan ‘cinta pertama’ dibandingkan ‘cinta kedua’ dan seterusnya?

Dengan metode-metode tertentu seperti Hypnotherapy semua memori lama yang tersimpan di Pikiran Bawah Sadar dapat dibangkitkan dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti untuk terapi dan perubahan perilaku

2.   Menyimpan belief (keyakinan) dan value (nilai)
Pikiran Bawah Sadar juga menyimpan berbagai hal terkait dengan ‘Sistem Keyakinan’ dan ‘Nilai-nilai’ yang dimiliki seseorang. Jadi kalau Anda ingin mempengaruhi seseorang agar merubah keyakinannya, Anda harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan Pikiran Bawah Sadarnya. Hal ini juga termasuk jika Anda menginginkan terjadi suatu perubahan perilaku pada diri seseorang maka yang perlu dilakukan adalah merubah ‘Keyakinan’ yang sudah tertanam di Pikiran Bawah Sadarnya, karena perilaku dan cara berfikir seseorang terhadap suatu hal sangat dipengaruhi oleh Sistem Keyakinan yang ada di dalam Pikiran Bawah Sadar orang tersebut.   

3.  Intuisi dan Kreativitas ada di Pikiran Bawah Sadar
Fakta unik lainnya adalah, Pikiran Bawah Sadar sangat mempengaruhi intuisi dan kreativitas seseorang. Semakin sering seseorang memberdayakan Pikiran Bawah Sadarnya maka semakin kuat intuisi seseorang tersebut. Semakin sering seseorang menggunakan Pikiran Bawah sadarnya maka semakin tinggi kreativitasnya. Jadi, tidak ada salahnya juga kalau mulai saat ini kita mulai menyadari dan perlu mempelajari lebih serius lagi cara-cara memasuki Pikiran Bawah Sadar kan? 
                                                 
4.   Menghasilkan persepsi dan emosi
Informasi apapun yang diterima seseorang baik berupa saran, ajakan, himbauan ataupun perintah akan dikonfirmasi terlebih dahulu oleh Pikiran Bawah Sadar. Jika informasi tersebut sesuai dengan program yang sudah ada maka bisa mempengaruhi perilaku, tetapi jika sesuai maka Pikiran Bawah Sadar akan menunjukkan resistensinya.

Pada saat memori yang tersimpan ini memberikan suatu penilaian tertentu terhadap suatu stimulus atau informasi yang masuk, inilah yang disebut dengan Persepsi. Jadi Persepsi merupakan respon yang dilakukan oleh Pikiran Bawah sadar dalam menilai sebuah informasi, sedangkan emosi adalah efek yang dihasilkan dari sebuah persepsi yang diciptakan.

5.   88% Potensi manusia tersimpan di Pikiran Bawah Sadar
Pembagian prosentase ini berdasarkan pada teori yang diciptakan oleh Freud yang menganalogikan Pikiran seperti bongkahan Gunung Es di lautan. Bahwa Gunung yang terlihat di permukaan ternyata lebih kecil di bandingkan dengan yang di dalam lautan. Gunung yang berada dipermukaan diibaratkan seperti Pikiran Sadar (12%) dan yang di dalam lautan untuk menggambarkan Pikiran Bawah Sadar (88%).

Ini juga membuktikan jika seseorang memiliki kemampuan mengakses seluruh potensi di dalam Pikiran Bawah Sadarnya (88%) ia akan memiliki kemampuan lebih dalam mengelola emosi, ketajaman intuisi, dan memiliki kreativitas di atas rata-rata kebanyakan orang.

6. Pikiran Bawah Sadar berfungsi saat: Relaks, Tenang, Nyaman, Bahagia, Takut, dan Panik
Kita bisa melihat bahwa orang-orang yang memiliki kebiasaan melakukan dzikir, meditasi, dan aktivitas serupa dengan bentuk yang lain sesuai tradisinya masing-masing memiliki kemampuan, kreativitas, dan cara berfikir unik yang sangat membedakan dirinya dengan orang lain. Lihat saja Einstein yang sering menyendiri (tenang), dapat menemukan berbagai rumus fisika fenomenal dan mendapati julukan sebagai manusia paling Genius yang pernah ada. Amati juga kebiasaan BJ. Habibie yang hobi melakukan Sholat malam, ternyata setelah Sholat itulah beliau menulis rumus-rumus Geniusnya.  

Anda tentu juga pernah mendengar sebuah cerita tentang seorang Ibu-ibu lumpuh yang berada di lantai dua pada pada saat terjadi kebakaran, dan secara tiba-tiba dapat bangun dari kursi rodanya dan berhasil menyelamatkan diri.
Ya, beginilah cara kerja Pikiran Bawah Sadar, ia datang di saat kita merasakan ketenangan yang sangat dalam, keheningan, relaksasi, atau juga dalam kondisi panik dan sangat takut. Pada saat Pikiran Bawah Sadar bekerja maka fungsi dari logika yang ada Pikiran Sadar terhenti atau melemah untuk sementara waktu.

7.   Pikiran Bawah Sadar Tidak Bisa Membedakan Benar atau Salah, dan Mempengaruhi Fisik
Anda tentu menyadari kalau sinetron yang di tayangkan di televisi tersebut merupakan hasil skenario dan bukan merukan kejadian nyata. Pertanyaannya, mengapa ada orang-orang yang ikut larut dan menangis saat menyaksikan sinetron tersebut? Ya, karena cerita sinetron tersebut menjad gambar nyata di dalam Pikiran Bawah Sadar.

Atau sekarang Anda bisa menutup mata menggambarkan buah lemon yang sangat kecut di dalam pikiran, lalu gambarkan juga saya memotong buah lemon tersebut lalu meneteskan airnya di ujung lidah Anda. Apa yang Anda rasakan? Jika Anda merasakan air liur benar-benar menetes di ujung lidah, seperti itulah cara kerja Pikiran Bawah Sadar saat mempengaruhi fisik.
 
8.   Pikiran Bawah Sadar Berbeda dengan Pikiran Tidak Sadar
Apakah dalam satu pertunjukan Hipnosis atau sebuah proses Hipnoterapi seorang klien yang berhasil dihipnosis tersebut tidak sadar dengan kondisinya, sehingga ia sangat mudah dipengaruhi? Atau dengan kata lain klien ini benar-benar kehilangan kesadarannya? Tentu tidak, karena kondisi yang sebenarnya saat seseorang memasuki kondisi Hipnosis adalah kondisi kesadaran penuh, sehingga apapun sugesti atau saran yang masuk ke dalam Pikiran Bawah Sadarnya menjadi suatu fakta dan kebenaran. Sedangkan kondisi tidak sadar yang kita kenal sebelumnya adalah kondisi tidur alami.

Jadi, sangat beruntung jika kita memiliki kemampuan memasuki kondisi Hipnosis sehingga kita memiliki lebih banyak kesempatan untuk memberikan program-program positif kepada Pikiran Bawah Sadar yang dikenal sangat sadar penuh dalam menerima informasi.

9. Pikiran Bawah Sadar menggunakan Bahasa Simbol dalam Berkomunikasi
Pada hakikatnya Pikiran Bawah Sadar kita sering melakukan komunikasi dengan diri kita untuk menyampaikan sebuah informasi, mengingatkan diri kita, atau sekedar ingin menyapa diri kita, hanya saja mereka tidak menggunakan komunikasi verbal yang pada umumnya kita gunakan. Mereka menggunakan cara mereka sendiri dalam berkomunikasi, dan cara yang sering mereka gunakan adalah dengan bahasa Simbol.

Ketika kita menghadapi sebuah persoalan, Pikiran Bawah Sadar sering hadir dan berusaha memberikan jawaban atas persoalan yang sedang kita hadapi melalui simbol-simbol yang hadir di saat kita bermimpi.

Atau tanpa disadari kita pernah merasakan suatu ‘perasaan’ tertentu yang hadir secara tiba-tiba, atau merasakan ‘sakit’ di bagian tubuh tertentu yang tidak ada penyebabnya. Ya, seperti itulah cara Pikiran Bawah Sadar berkomunikasi dengan diri kita.

Jadi, tidak rugi juga kalau saat ini kita memutuskan untuk mulai mau mendengarkan suara atau perasaan yang muncul secara tiba-tiba di dalam diri kita kan? Atau mulai saat ini kita perlu belajar membaca simbol-simbol yang diciptakan oleh Pikiran Bawah Sadar, semata-mata agar kehidupan kita menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.    

10.   3 Hal Yang Dapat Merubah Komunikasi Menjadi Program di Pikiran Bawah Sadar  
Komunikasi dapat menjadi program bahkan menjadi sistem keyakinan di Pikiran Bawah Sadar jika: di sampaikan oleh Figur Otoritas (Orang Tua & Guru) atau atasan di tempat kerja, disampaikan secara berulang-ulang (repetisi), dan komunikasi yang disertai emosi intens 

Jadi orang tua memiliki andil besar terhadap terbentuknya suatu program mental di dalam Pikiran Bawah Sadar yang akan mempengaruhi perilaku tumbuh kembang Anak.



Demikianlah Fakta-Fakta Unik Pikiran Bawah Sadar yang berhasil kami rangkum. Semoga informasi sudah disajikan dapat bermanfaat. Kami juga meminta maaf jika ada materi atau isi tulisan yang keliru, tidak lengkap atau tidak sesuai dengan pemahaman Anda semua.


Terima kasih


Restu Kurniawan
(Tim Redaksi)

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih untuk kesedian Anda menuliskan komentar pada kolom yang telah disediakan. Semoga Anda selalu menjadi lebih baik dan diberkahi dari sebelumnya. Amin

Workshop NNLP Purwokerto

Workshop NNLP Purwokerto
Now Everyone Can Learn NLP

Popular Posts