Author: Unknown |
1/09/2013 08:57:00 AM |
|
Dalam perspektif psikologi, pada
situasi tertentu manusia mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya sebagai bentuk
pertahanan. Bentuk pertahanan diri ini bersifat sangat pribadi (ego), dan
kebenarannya memiliki nilai subjektif. Tolak ukur kemunculan Self defense mechanism dalam diri individu didasari pada tingkat kecemasan yang dialami. Hal
lain yang membedakan Self
defense mechanism antara individu dengan individu
yang lain adalah derajat kematangan mentalnya.
Contoh kasus:
Di dalam sebuah Bus Angkutan Umum
salah satu penumpang melihat bahwa di antara kerumunan penumpang lainnya ada
pencopet yang sedang beraksi pada penumpang lainnya. Dalam kondisi tekanan
seperti ini penumpang yang melihat kejadian tersebut berusaha mencari dan
memverifikasikan informasi di dalam pikiran bawah sadarnya. Ternyata informasi
yang tergambar adalah berita bahwa pencopet tidak pernah beraksi sendiri dalam
sebuah kendaraan umum.
Kondisi tersebut memunculkan
ketidakpastian antara menolong atau tidak, tetapi rasa cemas dan takut sudah
menguasai pikiran bawah sadarnya, sehingga ia memilih untuk membiarkan saja
kejadian itu berlangsung. Kemudian yang dilakukan penumpang tersebut adalah
membuat alternatif gambaran baru di dalam pikirannya bahwa kejadian itu tidak
benar-benar terjadi.
Dari contoh kasus tersebut tentu kita dapat menyimpulkan bahwa Self defense mechanism merupakan sebuah usaha yang dilakukan agar gambaran baru yang diciptakan
di dalam pikirannya pada saat pencopet beraksi dapat diterima oleh lingkungannya
secara utuh. Usaha yang dilakukan oleh penumpang tersebut adalah DIAM saat
KEJADIAN. Bentuk Self defense
mechanism yang seperti itu dinamakan
Penyangkalan Diri.
Fungsi dari Self defense mechanism adalah melindungi diri dari kecemasan, hukuman, sanksi, serta segala
macam bentuk manifestasi perasaan negatif yang sulit untuk diterima individu.
Akan tetapi, defense mechanism ini bisa menjadi patologis ketika digunakan secara terus menerus
sehingga mengakibatkan adanya perilaku maladaptive dan kesehatan fisik ataupun mental pelaku menjadi terganggu.
Self
defense mechanism dapat muncul dalam diri manusia sejak usia anak-anak, misalnya, seorang
anak berkata “Saya tidak menumpahkan susu”. Padahal terlihat banyak susu
berceceran, dan tidak ada orang lain lagi di dalam ruangan itu. Jenis ini
dinamakan Self
defense mechanism Primitif, dan saat ini telah
dimodifikasi oleh individu yang mencoba membenarkan bentuk penyangkalan diri.
Seorang mahasiswa membenarkan tindakan mencontek dengan alasan karena
lingkungannya sudah seperti itu, sehingga jika tidak mencontek maka dirinya
pasti tertinggal dengan mahasiswa lainnya.
Bentuk penyangkalan diri hanya salah satu bentuk dari Self defense mechanism. Sekarang, apapun bentuk Self defense mechanism yang anda terapkan tergantung dari kesiapan menerima diri anda sendiri.
Selamat
MENERIMA DIRI SENDIRI!
Sumber referensi bacaan:
0 komentar:
Post a Comment
Terima kasih untuk kesedian Anda menuliskan komentar pada kolom yang telah disediakan. Semoga Anda selalu menjadi lebih baik dan diberkahi dari sebelumnya. Amin